123labcm.com – Teknologi kesehatan telah mengalami kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam bidang perangkat yang mendukung mereka yang mengalami keterbatasan fisik. Synchron, sebuah perusahaan teknologi kesehatan dari Amerika Serikat, telah menghadirkan inovasi terbaru yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk penderita paralisis. Artikel ini akan mengulas bagaimana teknologi AI di integrasikan dalam chip otak untuk memfasilitasi komunikasi bagi penderita paralisis dan apa artinya bagi masa depan teknologi kesehatan.

Baca Juga : WhatsApp Siapkan Fitur : Nearby Share untuk iPhone dan Android

Synchron dan Chip Stentrode: Menembus Batas Keterbatasan Fisik

Synchron, yang di kenal sebagai pelopor dalam teknologi kesehatan, telah mengembangkan chip Stentrode yang memberikan solusi canggih untuk penderita paralisis. Chip ini di rancang khusus untuk di tanamkan di dalam otak dan memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan perangkat elektronik hanya melalui pikiran mereka. Teknologi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya mengatasi tantangan komunikasi yang di hadapi oleh penderita paralisis.

Chip Stentrode bekerja dengan cara mentransmisikan sinyal dari aktivitas otak pengguna ke perangkat elektronik melalui sistem yang di kenal sebagai Brain Computer Interface (BCI). Dengan cara ini, pengguna dapat mengirimkan sinyal untuk berkomunikasi atau mengontrol perangkat tanpa memerlukan gerakan fisik. Inovasi ini membuka peluang baru bagi penderita paralisis untuk berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka secara lebih efektif dan efisien.

Meningkatkan Komunikasi dengan ChatGPT: Teknologi AI di Balik Chip Stentrode

Salah satu fitur utama dari chip Stentrode adalah integrasi teknologi AI dari OpenAI, yaitu ChatGPT. ChatGPT adalah model AI yang mampu memahami dan menghasilkan bahasa manusia dengan cara yang sangat alami. Dengan mengintegrasikan ChatGPT ke dalam chip Stentrode, Synchron bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bagi penderita paralisis secara signifikan.

Integrasi ChatGPT memungkinkan chip Stentrode untuk memberikan berbagai opsi respons yang dapat di pilih oleh pengguna. Hal ini mengurangi waktu yang di butuhkan untuk menyusun kalimat dan meningkatkan kecepatan komunikasi. ChatGPT akan menyediakan berbagai opsi respons yang relevan dengan konteks percakapan, sehingga komunikasi menjadi lebih lancar dan efisien. Teknologi ini membantu mengatasi hambatan yang sering di hadapi oleh penderita paralisis dalam berkomunikasi dengan dunia luar.

Memanfaatkan GPT-4o: Inspirasi dari Model AI Terbaru

Tom Oxley, CEO Synchron, mengungkapkan bahwa ide untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam chip Stentrode terinspirasi oleh iklan OpenAI yang mempromosikan GPT-4o. Dalam iklan tersebut, GPT-4o menunjukkan kemampuannya untuk memprediksi tindakan pengguna berdasarkan input audio, visual, atau teks. Sebagai contoh, AI dapat memprediksi kapan seseorang harus melambaikan tangan untuk menghentikan taksi yang sedang lewat, memudahkan interaksi sehari-hari.

Oxley melihat potensi besar dalam memanfaatkan kemampuan prediksi GPT-4o untuk meningkatkan fungsionalitas chip Stentrode. Dengan teknologi ini, AI dapat memprediksi respons atau aksi yang akan di lakukan pengguna berikutnya, membuat komunikasi menjadi lebih intuitif dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Kemampuan ini memungkinkan teknologi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan dan preferensi pengguna.

Proses Pemasangan dan Pembaruan Chip: Keunggulan Teknologi Minim Invasif

Salah satu keunggulan dari chip Stentrode adalah metode pemasangannya yang minim invasif. Synchron menggunakan teknik yang memungkinkan chip di masukkan ke dalam otak melalui selang kecil yang di masukkan melalui pembuluh darah. Setelah chip berada di motor cortex—bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh—chip akan di lepaskan dari selang, dan selang tersebut akan di cabut. Prosedur ini tidak memerlukan operasi besar yang invasif, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan kurang menakutkan bagi pasien.

Selain itu, pembaruan teknologi, termasuk integrasi ChatGPT, dapat di lakukan melalui BCI tanpa perlu mengeluarkan chip dari otak. Proses ini memungkinkan penambahan fitur baru dan penyempurnaan teknologi di lakukan dengan cara yang efisien dan minim invasif, memastikan bahwa pengguna selalu mendapatkan manfaat dari teknologi terbaru tanpa prosedur medis tambahan.

Uji Coba Klinis dan Tantangan Regulasi: Langkah Menuju Komersialisasi Inovasi Synchron

Synchron telah melakukan uji coba chip Stentrode pada sepuluh pasien penderita paralisis, dan hasilnya sangat menjanjikan. Video dokumentasi yang di publikasikan oleh CNET menunjukkan reaksi positif dari pasien yang merasa terkejut dan senang dengan kemampuan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pengalaman ini menunjukkan bahwa teknologi AI dapat membawa perubahan signifikan dalam cara penderita paralisis berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Namun, meskipun teknologi ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, chip Stentrode dan integrasinya dengan teknologi AI ChatGPT masih menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebelum dapat di komersialkan secara massal. Proses regulasi ini penting untuk memastikan bahwa teknologi ini aman dan efektif bagi pengguna, serta memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Biaya dan Aksesibilitas: Pertimbangan untuk Masa Depan Inovasi Synchron

Ketika chip Stentrode dan teknologi ChatGPT akhirnya tersedia untuk pasar, biaya akan menjadi faktor penting dalam menentukan aksesibilitas teknologi ini. Diperkirakan bahwa biaya implan chip ini akan berkisar antara 50.000 hingga 100.000 dolar AS (sekitar Rp 815 juta hingga Rp 1,63 miliar). Harga yang tinggi ini bisa menjadi tantangan bagi banyak pasien yang membutuhkan teknologi ini, sehingga penting untuk menemukan solusi agar teknologi ini lebih terjangkau dan dapat di akses oleh lebih banyak orang.

Kesimpulan: Masa Depan Komunikasi untuk Penderita Paralisis Inovasi Synchron

Inovasi teknologi AI dalam chip otak Stentrode oleh Synchron merupakan langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita paralisis. Dengan kemampuan untuk menerjemahkan pikiran menjadi sinyal komunikasi dan meningkatkan efisiensi. Komunikasi melalui ChatGPT, teknologi ini menawarkan solusi baru yang revolusioner bagi penderita paralisis. Meskipun masih menghadapi tantangan regulasi dan biaya, potensi teknologi ini untuk mengubah cara penderita paralisis berkomunikasi sangat besar.

Di masa depan, di harapkan teknologi ini dapat di komersialkan secara luas dan menjadi lebih terjangkau. Sehingga lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya. Dengan dukungan dan pengembangan berkelanjutan, teknologi ini memiliki potensi untuk. Membawa perubahan positif yang besar dalam kehidupan banyak orang, membuka pintu bagi inovasi lebih lanjut. Dalam bidang teknologi kesehatan, dan memberikan harapan baru bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.